Isi Otak Saya Hari Ini

Saya tidak pernah bisa memaksakan diri saya untuk selalu menyukai orang lain. Pun demikian saya juga tidak bisa memaksa semua orang untuk menyukai saya. Saya paham sepaham-pahamnya. Karena itu di setiap langkah saya, baik dalam lingkungan keluarga, tetangga dan lingkungan kerja  saya selalu bersikap apa adanya saya. Saya ya saya. Saya tidak perlu menjadi orang lain hanya untuk mendapatkan simpati orang. Di rumah saya bersikap sewajarnya. Mas paham sekali bagaimana watak saya. Kecuali jika memang saya bikin salah dan Mas perlu menegur saya, saya dengan senang hati akan memperbaiki sikap saya. Tapi itu bukan karena untuk menyenangkan hati Mas, tapi karena memang saya menyadari saya berbuat salah dan wajib untuk memperbaiki kesalahan saya. Dan sikap itu yang juga saya lakukan di manapun saya berada.

Jadi, kalo ada yang menyukai saya entah karena apa ya alhamdulillah. Tapi jika banyak juga yang membenci saya ya nggak apa-apa. Karena memang saya nggak bisa maksa orang lain untuk menyukai saya. Karena saya pikir seberapa keraspun saya melunak, berlebihan untuk mendekat dan berusaha mengambil perhatian orang agar mereka mau menyukai saya itu tidak ada gunanya buat saya. Buat apa?? Kebahagiaan saya tidak sepenuhnya bersumber dari mereka yang menyukai saya. Apalagi kalo mereka menyukai saya karena terpaksa, hanya di luar tapi beda lagi apa yang ada di dalam hati mereka. Kebahagiaan saya juga tidak bisa saya ukur dari seberapa banyak orang yang menyukai saya. Kebahagiaan ini saya yang membuatnya. Jika saya ingin bahagia maka saya akan bahagia. Terlepas jika ada satu atau dua orang yang tidak suka atau bahkan ingin menjegal langkah saya, itu bukan suatu pengaruh besar bagi saya.

Dan mungkin itu juga yang terjadi pada saya ketika saya tidak respect dengan seseorang. Saya bukan tipe orang yang suka berpura-pura baik di depan orang yang tidak saya sukai. Dan pasti tidak menyukai orang itu ada alasannya. Yang jelas selama ini saya tidak pernah tidak menyukai orang hanya karena fisik atau status sosialnya. Dan sewajarnya kita tidak menyukai orang lain karena sikap, perkataan atau perbuatan mereka.

Meskipun saya membenarkan diri saya sendiri bahwa kita tidak bisa memaksakan diri kita untuk menyukai semua orang, seringkali yang terjadi adalah saya tidak bisa mengendalikan diri saya. Padahal sebenarnya sebagai orang yang cukup dewasa saya nggak boleh seperti itu kan ya. Tapi kadang saya masih melakukan itu. Haduh, suka dilema. Padahal saya pengennya kalo saya nggak suka sama si A, si A apalagi si B nggak perlu tau. Tapi kadang spontan saja saya langsung mengeluarkan unek-unek saya saat itu juga. Udah nggak bisa ngerem lagi. Huffttt,,,,,, seringkali sadar sih, tapi lebih banyak nggak bisa mengendalikan diri.

Ya sudahlah. Saya sadar diri mungkin saya yang berlebihan ketika tidak menyukai seseorang. Karena memang jalan pikiran saya dan dia berbeda. Karena kita yang tidak sepaham. Karena saya tidak bisa memaklumi apa yang ada dalam pikirannya. Karena saya dengan pertimbangan-pertimbangan saya dan dia dengan pertimbangan-pertimbangannya sendiri. Bahkan suami saya sendiri saja kadang tidak sepaham dengan saya, apalagi orang lain.

Hemmm….nyampah saya siang ini tidak membantu apapun. Tidak membuat saya berhenti untuk tidak menyukai seseorang. Tapi setidaknya saya lega sudah menyampaikan segala yang terpikir di otak saya hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s