“…”

Pagi ini sungguh-sungguh “sesuatu”. Saya tidak tau kenapa. Saya tidak tau bagaimana awalnya. Tapi semuanya tiba-tiba membuncah. Dada saya sesak. Air mata mengalir deras meluncur begitu saja. Saya marah. Dan saya tidak tau kenapa.

Mungkin saya sedang ada di ujung kecapekan yang luar biasa. Capek badan dan pikiran saya. Capek hati saya. Capek keseluruhan jiwa raga saya. Ditambah mungkin pengaruh hormon kehamilan saya. Dan saya tidak mampu mengendalikannya.

Saya hanya mau semuanya berjalan seperti mau saya. Betapa egoisnya saya. Tapi di saat kondisi saya seperti ini bukankah itu wajar?

Saya tidak ingin dan tidak mau mengeluh. Saya berusaha mencoba semampu saya. Tapi ketika dengan polosnya Mas Nadhif mulai mencoba menguji kesabaran saya lagi dan lagi. Sayapun menyerah kalah.

Sudahlah, mungkin air mata yang tertumpah ini hanya sebuah alasan kecil untuk bisa melampiaskan segala keluh kesah. Bukan berarti saya tidak bahagia. Bukan berarti saya protes dengan keadaan.

Mungkin saya memang perlu untuk tidur dulu sejam dua jam sembari mendengarkan afirmasi dari mbak Yesie Aprillia. Untuk kemudian saya bangun dengan nikmat yang luar biasa.

#menunggusaatnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s